:: AFC : "Tak Ada Kecurigaan di Pertandingan Bahrain-Indonesia" ::
_(emang Djoharnya aja kali ya cari sensasi biar tenar)_
Pertandingan antara Indonesia dan Bahrain yang berakhir dengan skor 10-0 bagi kemenangan Bahrain ternyata kian menimbulkan kecurigaan. AFC sebagai federasi yang menaungi sepak bola Indonesia kini memberikan pernyataannya kepada media.
Sekretaris umum AFC, Dato...' Alex Soosay yakin bahwa pertandingan tersebut bebas dari hal mencurigakan. Ia juga merasa bahwa AFC sangat menentang keras kasus pengaturan skor dan korupsi.
"Saya telah membaca laporan media mengenai kecurigaan pengaturan skor namun saya yakin bahwa tak ada tim kami yang terlibat dalam hal ini. Bahrain memang tim yang lebih baik secara taktis maupun teknis," ujar Dato' Alex.
"Lebih jauh lagi saya telah mengamati laporan ofisial dari AFC Match Commissioner dan wasit pertandingan dimana mereka tidak mengindikasikan apapun."
"AFC dan anggota asosiasi bersikap waspada dan memutuskan untuk menindak kekacauan ini."
Kami ada karena PERSIJA. Karena kami adalah THE JAKMANIA. Supporter PERSIJA.
Sabtu, 03 Maret 2012
:: Aji Santoso Pilih Mundur Dari Timnas Senior ::
:: Aji Santoso Pilih Mundur Dari Timnas Senior ::
Aji Santoso ingin meninggalkan jabatan pelatih Tim Nasional Indonesia senior pasca-kekalahan 0-10 dari Bahrain pada Pra Piala Dunia 2014 , Rabu 29 Februari lalu. Aji ingin fokus membesut Timnas U-23 .
"Yang jelas, mungkin saya nanti akan berbicara pada para pengurus PSSI. Kalau bisa, ini kan Timnas senior, cuma memang yang mewakili para ... pemain muda. Dan nanti mungkin akan lebih baik kalau saya hanya konsentrasi di Timnas U-23 saja," ujar Aji di bandara internasional Soekarno-Hatta, Jumat 2 Maret malam.
Aji sadar kekalahan telak dari Bahrain sangat mengecewakan rakyat Indonesia. Mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persik Kediri itu menegaskan kekalahan tersebut merupakan tanggung jawabnya.
"Saya bertanggung jawab atas hasil ini. Bagaimanapun juga saya yang memimpin tim ini. Tidak ada kesalahan dari para pemain, dan saya bangga terhadap mereka. Ini terburuk sepanjang karir kepelatihan saya. Tapi, kita tidak lantas berhenti sampai di sini. Ini jadi ajang introspeksi bagi semua," papar Aji.
Aji kemudian mengomentari jalannya pertandingan Indonesia melawan Bahrain. Mantan bek kiri Timnas itu yakin jika kiper Samsidar tidak mendapat kartu merah di awal laga, maka hasilnya akan jauh berbeda.
"Jika bermain sebelas lawan sebelas, saya masih optimistis. Kita lihat, pada menit-menit awal, anak- anak sangat menikmati pertandingan. Berani main bola-bola pendek, satu-dua sentuhannya mulai jalan," ujar Aji menjelaskan.
"Tapi ketika terjadi kartu merah, mentalnya anak- anak jadi terpengaruh. Dan skema permainan yang sudah disiapkan matang jadi tidak bisa diterapkan secara maksimal. Saya kira semua juga tahu bagaimana kondisinya saat itu," tandas Aji.
Aji sendiri sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih Timnas senior menggantikan peran Wim Rijsbergen. Aji juga menjadi arsitek Timnas U-23 menyusul kepergian Rahmad Darmawan.
Aji Santoso ingin meninggalkan jabatan pelatih Tim Nasional Indonesia senior pasca-kekalahan 0-10 dari Bahrain pada Pra Piala Dunia 2014 , Rabu 29 Februari lalu. Aji ingin fokus membesut Timnas U-23 .
"Yang jelas, mungkin saya nanti akan berbicara pada para pengurus PSSI. Kalau bisa, ini kan Timnas senior, cuma memang yang mewakili para ... pemain muda. Dan nanti mungkin akan lebih baik kalau saya hanya konsentrasi di Timnas U-23 saja," ujar Aji di bandara internasional Soekarno-Hatta, Jumat 2 Maret malam.
Aji sadar kekalahan telak dari Bahrain sangat mengecewakan rakyat Indonesia. Mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persik Kediri itu menegaskan kekalahan tersebut merupakan tanggung jawabnya.
"Saya bertanggung jawab atas hasil ini. Bagaimanapun juga saya yang memimpin tim ini. Tidak ada kesalahan dari para pemain, dan saya bangga terhadap mereka. Ini terburuk sepanjang karir kepelatihan saya. Tapi, kita tidak lantas berhenti sampai di sini. Ini jadi ajang introspeksi bagi semua," papar Aji.
Aji kemudian mengomentari jalannya pertandingan Indonesia melawan Bahrain. Mantan bek kiri Timnas itu yakin jika kiper Samsidar tidak mendapat kartu merah di awal laga, maka hasilnya akan jauh berbeda.
"Jika bermain sebelas lawan sebelas, saya masih optimistis. Kita lihat, pada menit-menit awal, anak- anak sangat menikmati pertandingan. Berani main bola-bola pendek, satu-dua sentuhannya mulai jalan," ujar Aji menjelaskan.
"Tapi ketika terjadi kartu merah, mentalnya anak- anak jadi terpengaruh. Dan skema permainan yang sudah disiapkan matang jadi tidak bisa diterapkan secara maksimal. Saya kira semua juga tahu bagaimana kondisinya saat itu," tandas Aji.
Aji sendiri sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih Timnas senior menggantikan peran Wim Rijsbergen. Aji juga menjadi arsitek Timnas U-23 menyusul kepergian Rahmad Darmawan.
:: Kalau Terbukti Skor Diatur, Berani Mundur? ::
:: Kalau Terbukti Skor Diatur, Berani Mundur? ::
Sepak bola Indonesia kembali menjadi sorotan di mata dunia. Setelah kisruh dualisme yang bolak-balik melibatkan AFC dan FIFA, kini kita harus kembali berurusan dengan dua federasi sepak bola Asia dan dunia tersebut. Bedanya kali ini, bukan kita yang mohon petunjuk kepada mereka. FIFA dan AFC akan mengusut kita dalam kasus dugaan adanya pengaturan s...kor dalam kekalahan Timnas kita atas Bahrain dengan skor 10-0 lalu.
Skor sebesar itu memang membuat pertandingan ini layak dicurigai, karena faktanya Indonesia sudah tak mungkin lolos sedangkan Bahrain butuh kemenangan 9-0 untuk lolos ke babak selanjutnya dari Kualifikasi Pra Piala Dunia Zona Asia, jika Qatar kalah dari Iran.
FIFA sendiri menilai hasil ini adalah 'unusual', bukan sebuah hal yang biasa, janggal dan pantas untuk diusut. "Melihat hasil yang janggal dengan keterkaitan peluang dan head-to-head, serta demi menjaga kepercayaan yang tegas dalam permainan kami, FIFA Security akan memeriksa secara berurutan pertandingan ini dan hasilnya," tegas pernyataan FIFA.
AFC melalui Sekretaris Jendral mereka, Dato' Alex Soosay memang sedikit membela kita dan Bahrain dengan menyatakan kalau pertandingan ini bersih. Tapi tunggu dulu, bersih bagi AFC belum tentu bersih bagi FIFA. Apalagi AFC dan FIFA agak renggang setelah Presiden AFC sebelumnya, Mohamed Bin Hammam, yang menjadi satu-satunya saingan Sepp Blater dalam perebutan kursi presiden federasi sepak bola dunia itu tersisih karena kasus yang hampir sama dengan dugaan kasus kita. Suap!
Suap atau kolusi memang tak pernah lepas dari nama Indonesia. Beberapa kali kita harus ketiban sampur dan mendapat piala bergilir Negara Terkorup Sedunia. Dengan alasan itu FIFA memang akan langsung melirik kita terlebih dahulu daripada Bahrain. Apalagi beberapa rentetan kasus sepak bola negeri ini mulai pergantian Nurdin Halid hingga dualisme liga sekarang ini diyakini sudah mulai membuat FIFA jengah.
Kasus suap di sepak bola juga sering kali mencoreng muka Indonesia di dunia lapangan hijau ini. Mungkin masih hangat di benak kita dugaan adanya suap di final pertama Piala AFF 2010 lalu. Saat itu, PSSI yang masih berada di bawah kepemimpinan Nurdi Halid dicurigai sengaja mengalah dengan alasan judi bola. Kekalahan telak 3-0 yang membuat kita kesulitan membalasnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun, kasus itu menguap dan tak pernah diusut setelah Bambang Pamungkas menyatakan dalam website pribadinya membantah tudingan itu.
Kasus pengaturan skor yang paling mencoreng dan menjadi sejarah kelam sepak bola Indonesia adalah Sepak Bola Gajah melawan Thailand di penyisihan Piala Tiger 1998. Kedua tim sama-sama tak ingin menang pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A. Sebab, yang menang bakal menjadi juara grup dan akan menghadapi tuan rumah sekaligus favorit juara Vietnam di semi-final. Nurani dan sportifitas mulai luntur di babak kedua. Majunya kiper Kurnia Sandy dalam keadaan open play untuk melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti juga menjadi dasar ketidakseriusan laga ini. Indonesia yang memakai jersey sama dengan lawan Bahrain, putih, sebenarnya sempat memimpin dua kali melalui gol Miro Baldo Bento dan pelatih Timnas saat ini, Aji Santoso. Tapi selalu bisa 'disamakan' Thailand yang juga sama dengan jersey Bahrain, merah. Puncaknya, pada menit ke-90 Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang sendiri! Thailand menang 3-2 dan berhadapan dengan Vietnam di semi-final. Sedangkan kita yang bertemu Singapura malah kena karma dan kalah 1-2. Silahkan simak video sejarah memalukan sepak bola bangsa ini.
Kedua tim kemudian masing-masing didenda 40 ribu dolar Amerika oleh FIFA. Sementara Mursyid Effendi kemudian mendapatkan sanksi larangan bermain setahun di liga domestik dan dilarang membela Timnas seumur hidup. Mursyid mengaku hanya jadi korban, tapi oleh siapa ia tetap bungkam hingga sekarang. Namun bagusnya, Ketua Umum PSSI kala itu, Azwar Anas, menyambut sendiri kepulangan Timnas di bandara. Dengan berlinang air mata dan bersikap satria, beliau menyatakan pengunduran diri karena insiden memalukan itu.
Pertanyaannya sekarang adalah, kalau hasil investigasi FIFA nantinya memang terbukti adanya pengaturan skor (semoga saja tidak), akankah Djohar Arifin menyusul langkah satria Azwar Anas dengan menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI?
Biarlah beliau yang menjawab sendiri, sekarang kita jawab pertanyaan yang ini saja. Jika terbukti adanya suap di laga melawan Bahrain lalu, masihkah kita bersedia berbondong-bondong dan mengenakan atribut merah putih untuk meneriakkan IN-DO-NE-SIA di Stadion Utama Gelora Bung Karno saat Timnas main?
Sepak bola Indonesia kembali menjadi sorotan di mata dunia. Setelah kisruh dualisme yang bolak-balik melibatkan AFC dan FIFA, kini kita harus kembali berurusan dengan dua federasi sepak bola Asia dan dunia tersebut. Bedanya kali ini, bukan kita yang mohon petunjuk kepada mereka. FIFA dan AFC akan mengusut kita dalam kasus dugaan adanya pengaturan s...kor dalam kekalahan Timnas kita atas Bahrain dengan skor 10-0 lalu.
Skor sebesar itu memang membuat pertandingan ini layak dicurigai, karena faktanya Indonesia sudah tak mungkin lolos sedangkan Bahrain butuh kemenangan 9-0 untuk lolos ke babak selanjutnya dari Kualifikasi Pra Piala Dunia Zona Asia, jika Qatar kalah dari Iran.
FIFA sendiri menilai hasil ini adalah 'unusual', bukan sebuah hal yang biasa, janggal dan pantas untuk diusut. "Melihat hasil yang janggal dengan keterkaitan peluang dan head-to-head, serta demi menjaga kepercayaan yang tegas dalam permainan kami, FIFA Security akan memeriksa secara berurutan pertandingan ini dan hasilnya," tegas pernyataan FIFA.
AFC melalui Sekretaris Jendral mereka, Dato' Alex Soosay memang sedikit membela kita dan Bahrain dengan menyatakan kalau pertandingan ini bersih. Tapi tunggu dulu, bersih bagi AFC belum tentu bersih bagi FIFA. Apalagi AFC dan FIFA agak renggang setelah Presiden AFC sebelumnya, Mohamed Bin Hammam, yang menjadi satu-satunya saingan Sepp Blater dalam perebutan kursi presiden federasi sepak bola dunia itu tersisih karena kasus yang hampir sama dengan dugaan kasus kita. Suap!
Suap atau kolusi memang tak pernah lepas dari nama Indonesia. Beberapa kali kita harus ketiban sampur dan mendapat piala bergilir Negara Terkorup Sedunia. Dengan alasan itu FIFA memang akan langsung melirik kita terlebih dahulu daripada Bahrain. Apalagi beberapa rentetan kasus sepak bola negeri ini mulai pergantian Nurdin Halid hingga dualisme liga sekarang ini diyakini sudah mulai membuat FIFA jengah.
Kasus suap di sepak bola juga sering kali mencoreng muka Indonesia di dunia lapangan hijau ini. Mungkin masih hangat di benak kita dugaan adanya suap di final pertama Piala AFF 2010 lalu. Saat itu, PSSI yang masih berada di bawah kepemimpinan Nurdi Halid dicurigai sengaja mengalah dengan alasan judi bola. Kekalahan telak 3-0 yang membuat kita kesulitan membalasnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun, kasus itu menguap dan tak pernah diusut setelah Bambang Pamungkas menyatakan dalam website pribadinya membantah tudingan itu.
Kasus pengaturan skor yang paling mencoreng dan menjadi sejarah kelam sepak bola Indonesia adalah Sepak Bola Gajah melawan Thailand di penyisihan Piala Tiger 1998. Kedua tim sama-sama tak ingin menang pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A. Sebab, yang menang bakal menjadi juara grup dan akan menghadapi tuan rumah sekaligus favorit juara Vietnam di semi-final. Nurani dan sportifitas mulai luntur di babak kedua. Majunya kiper Kurnia Sandy dalam keadaan open play untuk melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti juga menjadi dasar ketidakseriusan laga ini. Indonesia yang memakai jersey sama dengan lawan Bahrain, putih, sebenarnya sempat memimpin dua kali melalui gol Miro Baldo Bento dan pelatih Timnas saat ini, Aji Santoso. Tapi selalu bisa 'disamakan' Thailand yang juga sama dengan jersey Bahrain, merah. Puncaknya, pada menit ke-90 Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang sendiri! Thailand menang 3-2 dan berhadapan dengan Vietnam di semi-final. Sedangkan kita yang bertemu Singapura malah kena karma dan kalah 1-2. Silahkan simak video sejarah memalukan sepak bola bangsa ini.
Kedua tim kemudian masing-masing didenda 40 ribu dolar Amerika oleh FIFA. Sementara Mursyid Effendi kemudian mendapatkan sanksi larangan bermain setahun di liga domestik dan dilarang membela Timnas seumur hidup. Mursyid mengaku hanya jadi korban, tapi oleh siapa ia tetap bungkam hingga sekarang. Namun bagusnya, Ketua Umum PSSI kala itu, Azwar Anas, menyambut sendiri kepulangan Timnas di bandara. Dengan berlinang air mata dan bersikap satria, beliau menyatakan pengunduran diri karena insiden memalukan itu.
Pertanyaannya sekarang adalah, kalau hasil investigasi FIFA nantinya memang terbukti adanya pengaturan skor (semoga saja tidak), akankah Djohar Arifin menyusul langkah satria Azwar Anas dengan menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI?
Biarlah beliau yang menjawab sendiri, sekarang kita jawab pertanyaan yang ini saja. Jika terbukti adanya suap di laga melawan Bahrain lalu, masihkah kita bersedia berbondong-bondong dan mengenakan atribut merah putih untuk meneriakkan IN-DO-NE-SIA di Stadion Utama Gelora Bung Karno saat Timnas main?
Jumat, 02 Maret 2012
KPSI Gelar Debat Calon Ketum dan Exco
29-02-2012
Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) mulai menggelar debat calon anggota Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Debat calon itu digelar di Kantor KPSI, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (29/2). Pada hari pertama, tampil tiga orang calon yaitu Presiden Sriwijaya FC (SFC) Dody Reza Alex, diikuti Gusti Randa, dan Irawadi B Hanafie.
Dody Reza Alex menjadi orang pertama yang diberi kesempatan menyampaikan visi dan misinya. Dihadapan panelis yang terdiri atas Manajer SAD, Demis A. Djamoeddin dan pengamat sepakbola Tommy Welly, Dody pun menyampaikan harapannya terhadap sepakbola yang berdasarkan pada tiga pilar yaitu profesionalisme, integritas, dan kinerja.
“Yang dimaksud dengan profesionalisme adalah pengurus dan khususnya Ketua Umum PSSI ke depan harus berpegang teguh pada azas-azas profesionalisme. Harus setia kepada statuta, kepada konstitusi dari PSSI yang menjadi landasan hukum di organisasi, yaitu statuta PSSI,” papar Dody.
Untuk integritas, Dody mengatakan nilai-nilai integritas itu adalah fair play, toleransi, keolahragawanan, dan transparansi. “Unsur-unsur itulah yang dibutuhkan untuk menuju sepakbola modern. Saya rasa pecinta sepakbola Indonesia sangat tahu masalah itu,” tegasnya.
Mengenai kinerja, lanjut Dody, tentu harus memiliki standar yaitu kualitas dan prestasi. Oleh karena itu sepakbola modern Indonesia ke depan harus memberikan kualitas tertinggi dan juga menyediakan pengalaman bagi seluruh pecintanya.
Untuk mencapai ketiga misi tersebut, Alex mengungkapkan bahwa dirinya sudah memiliki visi-visi andaikan terpilih menjadi Ketua Umum PSSI yang baru.
“Pertama, bagaimana mengimplementasikan misi tadi dan menjalankannya sesuai dengan Statuta PSSI dan Statuta FIFA. Kedua, menciptakan iklim sepakbola yang kondusif dengan cara mengedepankan rekonsiliasi di seluruh tubuh stake holder sepakbola. Ketiga, membangun kompetisi berjenjang dengan cara membangun profesionalisme, prestasi dan kinerja,” tegasnya.
Ketika ditanya oleh panelis tentang bagaimana cara menyelesaikan dualisme di tubuh PSSI, Alex menjawab bahwa PSSI harus mendengarkan keinginan dari seluruh insan sepakbola.
“Saya setuju bahwa kedaan PSSI sudah kronis. Untuk mengatasinya, Ketua Umum PSSI harus bisa menciptakan suasana kondusif dengan cara mendengarkan keinginan seluruh insan sepakbola. Kemudian, perlu adanya pembenahan secara menyeluruh. Apa yang harus dipotong, harus dipotong. Apa yang harus dibongkar, wajib dibongkar. Apa yang sudah bagus, wajib dipertahankan,” tandasnya.
Selain Dodi, kandidat lain yang diberi kesempatan untuk melontarkan visi dan misinya di hari pertama adalah Gusti Randa. Pengacara yang juga artis itu maju sebagai calon anggota Exco dengan semboyan 3B yakni, benar, bersih, dan bersama.
Mengenai slogan bersih, menurutnya harus menjadi bagian fondasi untuk membangun, dan tidak dapat dipisahkan dengan apapun juga. “Bersih dalam membangun tata kelola organisasi sepakbola Indonesia. Bersih dalam membuat struktur maupun infrastruktur Indonesia,” ucapnya.
Sementara Irawadi Hanafi mengusung visi-misi untuk mempersatukan pihak yang berkonflik dalam dunia sepakbola Indoensia. Menurut Irawadi, solusi untuk memecahkan permasalahan itu adalah menggelar KLB.
“Perpecahan di antara anggota PSSI yang merambat samapai kepengurus cabang PSSI merupakan kesalahan dari kepengurusan PSSI saat ini. KLB adalag solusi yang dapat mengatasi hal itu. Itu harus segera dilakukan anggota PSSI sebelum AFC dan FIFA yang turun tangan,” tandas Irawadi.
Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) mulai menggelar debat calon anggota Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Debat calon itu digelar di Kantor KPSI, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (29/2). Pada hari pertama, tampil tiga orang calon yaitu Presiden Sriwijaya FC (SFC) Dody Reza Alex, diikuti Gusti Randa, dan Irawadi B Hanafie.
Dody Reza Alex menjadi orang pertama yang diberi kesempatan menyampaikan visi dan misinya. Dihadapan panelis yang terdiri atas Manajer SAD, Demis A. Djamoeddin dan pengamat sepakbola Tommy Welly, Dody pun menyampaikan harapannya terhadap sepakbola yang berdasarkan pada tiga pilar yaitu profesionalisme, integritas, dan kinerja.
“Yang dimaksud dengan profesionalisme adalah pengurus dan khususnya Ketua Umum PSSI ke depan harus berpegang teguh pada azas-azas profesionalisme. Harus setia kepada statuta, kepada konstitusi dari PSSI yang menjadi landasan hukum di organisasi, yaitu statuta PSSI,” papar Dody.
Untuk integritas, Dody mengatakan nilai-nilai integritas itu adalah fair play, toleransi, keolahragawanan, dan transparansi. “Unsur-unsur itulah yang dibutuhkan untuk menuju sepakbola modern. Saya rasa pecinta sepakbola Indonesia sangat tahu masalah itu,” tegasnya.
Mengenai kinerja, lanjut Dody, tentu harus memiliki standar yaitu kualitas dan prestasi. Oleh karena itu sepakbola modern Indonesia ke depan harus memberikan kualitas tertinggi dan juga menyediakan pengalaman bagi seluruh pecintanya.
Untuk mencapai ketiga misi tersebut, Alex mengungkapkan bahwa dirinya sudah memiliki visi-visi andaikan terpilih menjadi Ketua Umum PSSI yang baru.
“Pertama, bagaimana mengimplementasikan misi tadi dan menjalankannya sesuai dengan Statuta PSSI dan Statuta FIFA. Kedua, menciptakan iklim sepakbola yang kondusif dengan cara mengedepankan rekonsiliasi di seluruh tubuh stake holder sepakbola. Ketiga, membangun kompetisi berjenjang dengan cara membangun profesionalisme, prestasi dan kinerja,” tegasnya.
Ketika ditanya oleh panelis tentang bagaimana cara menyelesaikan dualisme di tubuh PSSI, Alex menjawab bahwa PSSI harus mendengarkan keinginan dari seluruh insan sepakbola.
“Saya setuju bahwa kedaan PSSI sudah kronis. Untuk mengatasinya, Ketua Umum PSSI harus bisa menciptakan suasana kondusif dengan cara mendengarkan keinginan seluruh insan sepakbola. Kemudian, perlu adanya pembenahan secara menyeluruh. Apa yang harus dipotong, harus dipotong. Apa yang harus dibongkar, wajib dibongkar. Apa yang sudah bagus, wajib dipertahankan,” tandasnya.
Selain Dodi, kandidat lain yang diberi kesempatan untuk melontarkan visi dan misinya di hari pertama adalah Gusti Randa. Pengacara yang juga artis itu maju sebagai calon anggota Exco dengan semboyan 3B yakni, benar, bersih, dan bersama.
Mengenai slogan bersih, menurutnya harus menjadi bagian fondasi untuk membangun, dan tidak dapat dipisahkan dengan apapun juga. “Bersih dalam membangun tata kelola organisasi sepakbola Indonesia. Bersih dalam membuat struktur maupun infrastruktur Indonesia,” ucapnya.
Sementara Irawadi Hanafi mengusung visi-misi untuk mempersatukan pihak yang berkonflik dalam dunia sepakbola Indoensia. Menurut Irawadi, solusi untuk memecahkan permasalahan itu adalah menggelar KLB.
“Perpecahan di antara anggota PSSI yang merambat samapai kepengurus cabang PSSI merupakan kesalahan dari kepengurusan PSSI saat ini. KLB adalag solusi yang dapat mengatasi hal itu. Itu harus segera dilakukan anggota PSSI sebelum AFC dan FIFA yang turun tangan,” tandas Irawadi.
Persija Imbang Lagi di SUGBK
01-03-2012
Persija Jakarta kembali mencatat hasil kurang menggembirakan. Setelah pekan lalu, Macan Kemayoran ditahan Persisam Putra Samarinda tanpa gol, kini Persija kembali harus puas dengan dengan raihan 1 poin, setelah ditahan Mitra Kukar 1-1 pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/3).
Bermain dibawah dukungan belasan ribu The Jakmania, Persija sebetulnya unggul terlebih dahulu lewat gol penalti Bambang Pamungkas di menit ke-34. Penalti diberikan wasit Jerry Elly setelah Oktavianus dijatuhkan Pierre Njanka di kotak terlarang.
Namun keunggulan itu hanya bertahan lima menit, setelah Mitra Kukar mampu menyamakan kedudukan lewat tandukan Jajang Mulyana di menit ke-39. Skor sama kuat tersebut bertahan hingga turun minum.
Persija sebetulnya mencatat beberapa kali peluang, di antaranya melalui kaki Amarzukih dan Pedro Javier. Akan tetapi, rapatnya barisan belakang Mitra Kukar yang digalang Hamka Hamzah Cs mampu meredam upaya Persija tersebut. Tidak hanya kesulitan menembus barisan belakang Mitra Kukar, beberapa peluang Persija juga harus digagalkan penampilan brilian kiper Joyce Sorongan di bawah mistar Naga Mekes.
Di babak kedua, Persija juga tidak mampu memanfaatkan peluangnya. Justru sebaliknya di menit ke-60, Mitra Kukar hampir saja berbalik unggul melalui penetrasi Jajang Mulyana dari sisi kiri lapangan hingga kotak penalti, bola kemudian diumpan kepada Fahdil Sausu. Sayang tembakan Fahdil masih bisa digagalkan pemain bertahan Persija.
Menit ke-66, Nemanja Obric kembali membahayakan gawang Macan Kemayoran dengan tendangan plesingnya. Sayang bola masih tipis di atas mistar gawang. Hingga menit 70 lini depan Persija masih tumpul. Untuk menambah daya gedor, pelatih Persija Iwan Setiawan memasukkan tenaga baru di lini depan. Rahmat Affandi dimasukkan nmenggantikan Pedro Javier.
Menit 75 Macan Kemayoran hampir saja kembali unggul melalui tandukan Bambang Pamungkas. Namun bola masih lengket di genggaman Joice Sorongan. Menit ke-78 giliran Octavianus yang mendapat peluang melalui tendangan bebas. Bola lengkungan mantan pemain Sriwijaya FC itu masih melenceng tipis di kiri gawang Naga Mekes.
Sampai peluit panjang berbunyi tidak ada gol tambahan yang berhasil dilesakkan oleh kedua tim. Alhasil selama 90 menit waktu normal laga ini berakhir dengan skor imbang 1-1.
Persija Jakarta kembali mencatat hasil kurang menggembirakan. Setelah pekan lalu, Macan Kemayoran ditahan Persisam Putra Samarinda tanpa gol, kini Persija kembali harus puas dengan dengan raihan 1 poin, setelah ditahan Mitra Kukar 1-1 pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/3).
Bermain dibawah dukungan belasan ribu The Jakmania, Persija sebetulnya unggul terlebih dahulu lewat gol penalti Bambang Pamungkas di menit ke-34. Penalti diberikan wasit Jerry Elly setelah Oktavianus dijatuhkan Pierre Njanka di kotak terlarang.
Namun keunggulan itu hanya bertahan lima menit, setelah Mitra Kukar mampu menyamakan kedudukan lewat tandukan Jajang Mulyana di menit ke-39. Skor sama kuat tersebut bertahan hingga turun minum.
Persija sebetulnya mencatat beberapa kali peluang, di antaranya melalui kaki Amarzukih dan Pedro Javier. Akan tetapi, rapatnya barisan belakang Mitra Kukar yang digalang Hamka Hamzah Cs mampu meredam upaya Persija tersebut. Tidak hanya kesulitan menembus barisan belakang Mitra Kukar, beberapa peluang Persija juga harus digagalkan penampilan brilian kiper Joyce Sorongan di bawah mistar Naga Mekes.
Di babak kedua, Persija juga tidak mampu memanfaatkan peluangnya. Justru sebaliknya di menit ke-60, Mitra Kukar hampir saja berbalik unggul melalui penetrasi Jajang Mulyana dari sisi kiri lapangan hingga kotak penalti, bola kemudian diumpan kepada Fahdil Sausu. Sayang tembakan Fahdil masih bisa digagalkan pemain bertahan Persija.
Menit ke-66, Nemanja Obric kembali membahayakan gawang Macan Kemayoran dengan tendangan plesingnya. Sayang bola masih tipis di atas mistar gawang. Hingga menit 70 lini depan Persija masih tumpul. Untuk menambah daya gedor, pelatih Persija Iwan Setiawan memasukkan tenaga baru di lini depan. Rahmat Affandi dimasukkan nmenggantikan Pedro Javier.
Menit 75 Macan Kemayoran hampir saja kembali unggul melalui tandukan Bambang Pamungkas. Namun bola masih lengket di genggaman Joice Sorongan. Menit ke-78 giliran Octavianus yang mendapat peluang melalui tendangan bebas. Bola lengkungan mantan pemain Sriwijaya FC itu masih melenceng tipis di kiri gawang Naga Mekes.
Sampai peluit panjang berbunyi tidak ada gol tambahan yang berhasil dilesakkan oleh kedua tim. Alhasil selama 90 menit waktu normal laga ini berakhir dengan skor imbang 1-1.
News Flash
Breaking News :
Menghadapi Persiba Balikpapan, 4/3 di SUGBK, Persija Praktis Hanya Sekali Berlatih Sekaligus Ujilapangan di SUGBK Besok Sabtu, 3/3.
Pelatih Persija Jakarta Iwan Setiawan menegaskan, Persija tidak akan lengah saat menghadapi Persiba Balikpapan hari Minggu, 4/3 di SUGBK. Kami telah kehilangan 4 poin di kandang. Kami ingin semua pemain bermain maksimal agar tidak kehilangan poin lagi. Ini sangat penting.
Dalam dua pertandingan kandang terakhir, Persija kehilangan ciri khas permainannya yaitu melakukan serangan balik yang cepat. "Persiba adalah tim yang sering di papan atas klasemen. Jadi tidak akan mudah untuk menghadapinya. Dibutuhkan kerja keras pastinya.
Persija Jakarta pada pertandingan melawan Persiba Balikpapan di SUGBK, Minggu, 4 Maret 2012 dipastikan akan turun dengan kekuatan penuh, cuma minus Precious yang terkena akumulasi kartu kuning. Selain akan meningkatkan pola serangan, Coach Iwan Setiawan juga akan menguatkan mental pemain Persija agar bisa bertanding dengan maksimal.
Persija berada di posisi ke-7 dengan poin 20, sementara Persiba berada di posisi ke-8 dengan poin 18 di Klasemen sementara ISL 2011-12.
Menghadapi Persiba Balikpapan, 4/3 di SUGBK, Persija Praktis Hanya Sekali Berlatih Sekaligus Ujilapangan di SUGBK Besok Sabtu, 3/3.
Pelatih Persija Jakarta Iwan Setiawan menegaskan, Persija tidak akan lengah saat menghadapi Persiba Balikpapan hari Minggu, 4/3 di SUGBK. Kami telah kehilangan 4 poin di kandang. Kami ingin semua pemain bermain maksimal agar tidak kehilangan poin lagi. Ini sangat penting.
Dalam dua pertandingan kandang terakhir, Persija kehilangan ciri khas permainannya yaitu melakukan serangan balik yang cepat. "Persiba adalah tim yang sering di papan atas klasemen. Jadi tidak akan mudah untuk menghadapinya. Dibutuhkan kerja keras pastinya.
Persija Jakarta pada pertandingan melawan Persiba Balikpapan di SUGBK, Minggu, 4 Maret 2012 dipastikan akan turun dengan kekuatan penuh, cuma minus Precious yang terkena akumulasi kartu kuning. Selain akan meningkatkan pola serangan, Coach Iwan Setiawan juga akan menguatkan mental pemain Persija agar bisa bertanding dengan maksimal.
Persija berada di posisi ke-7 dengan poin 20, sementara Persiba berada di posisi ke-8 dengan poin 18 di Klasemen sementara ISL 2011-12.
Persija & Iwan Setiawan ?-?
Dari Total 4 Laga "Home" di SUGBK Musim Ini, Persija Hanya Meraih 1 Kali Menang, 3 Kali Seri. Hasil laga "Home" Persija ISL 2011-12 selama di SUGBK Per-2/3/2012 :
Deltras (1-0),
Persidafon (0-0),
Persisam (0-0),
Mitra Kukar (1-1)
Tim Persija bisa juga dilanda kejenuhan, mengingat jadwal padat di beberapa laga terakhir. saat Menghadapi Mitra Kukar kemaren, Persija Hanya Bersiap Dengan "Latihan Ringan" di Ragunan, 28/2, Ujilapangan di SUGBK, 29/2 & bertanding esok harinya. Gol Jajang Mulyana pada menit ke 39' kemarin sekaligus memecahkan rekor tak kebobolan Persija ketika bermain di Jakarta.
Hampir 1 tahun gawang Persija tak kebobolan di Jakarta, terakhir terjadi pada 31 Maret 2011 saat Persija ditahan imbang 1-1 oleh Persipura. Titus Bonai adalah pemain terakhir pembobol gawang Persija pada menit ke 49' saat Persija 1 vs 1 Persipura pada 31 Maret 2011.
Hasil seri pada pertandingan Persija vs Mitra Kukar kemarin merupakan hasil seri yang kelima Persija sampai dengan saat ini. Sekaligus merupakan hasil seri dalam 4 pertandingan Persija terakhir secara berturut-turut.
SUGBK sendiri saat ini dirasa kurang "ber-atmosfir" oleh sebagian kalangan akibat adanya beberapa pelarangan oleh pihak Kepolisian. Berikut Jumlah Penonton yang hadir saat Pertandingan HOME PERSIJA di SU GBK :
Jumlah penonton pertandingan Persija 1 vs 0 Deltras, 1 Desember 2011 sebanyak 12.000 penonton.
Jumlah penonton pertandingan Persija 0 vs 0 Persidafon, 5 Desember 2011 sebanyak 16.000 penonton.
Jumlah penonton pertandingan Persija 0 vs 0 Persisam, 26 Februari 2012 sebanyak 23.450 penonton.
Jumlah penonton pertandingan Persija 1 vs 1 Mitra Kukar, 1 Maret 2012 sebanyak 14.520 penonton.
Sampai dengan pertandingan ke-13nya, Persija juga mempunyai hasil seri lainnya: jumlah kemenangan & jumlah seri. Dari 13 pertandingan, Persija meraih 5 kemenangan, 5 kali seri dan menelan 3 kali kekalahan.
Persija Saat Ini Masih Tetap Berada di Posisi Ke-7 Klasemen Dari Hasil 13 Kali Bertanding Dengan Poin 20, Memasukkan 18 Gol Kemasukan 9 Gol. Persija masih menyisakan 2 laga "home" lagi di Putaran 1 ini, Menghadapi Persiba, 4/3 & Gresik United, 12/3.
Precious dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning pada hari Minggu, 4 Maret 2012 saat Persija vs Persiba. Precious terkena 2 kartu kuning saat: Arema vs Persija(19/12) dan Persija vs Mitra Kukar(1/3).
Deltras (1-0),
Persidafon (0-0),
Persisam (0-0),
Mitra Kukar (1-1)
Tim Persija bisa juga dilanda kejenuhan, mengingat jadwal padat di beberapa laga terakhir. saat Menghadapi Mitra Kukar kemaren, Persija Hanya Bersiap Dengan "Latihan Ringan" di Ragunan, 28/2, Ujilapangan di SUGBK, 29/2 & bertanding esok harinya. Gol Jajang Mulyana pada menit ke 39' kemarin sekaligus memecahkan rekor tak kebobolan Persija ketika bermain di Jakarta.
Hampir 1 tahun gawang Persija tak kebobolan di Jakarta, terakhir terjadi pada 31 Maret 2011 saat Persija ditahan imbang 1-1 oleh Persipura. Titus Bonai adalah pemain terakhir pembobol gawang Persija pada menit ke 49' saat Persija 1 vs 1 Persipura pada 31 Maret 2011.
Hasil seri pada pertandingan Persija vs Mitra Kukar kemarin merupakan hasil seri yang kelima Persija sampai dengan saat ini. Sekaligus merupakan hasil seri dalam 4 pertandingan Persija terakhir secara berturut-turut.
SUGBK sendiri saat ini dirasa kurang "ber-atmosfir" oleh sebagian kalangan akibat adanya beberapa pelarangan oleh pihak Kepolisian. Berikut Jumlah Penonton yang hadir saat Pertandingan HOME PERSIJA di SU GBK :
Jumlah penonton pertandingan Persija 1 vs 0 Deltras, 1 Desember 2011 sebanyak 12.000 penonton.
Jumlah penonton pertandingan Persija 0 vs 0 Persidafon, 5 Desember 2011 sebanyak 16.000 penonton.
Jumlah penonton pertandingan Persija 0 vs 0 Persisam, 26 Februari 2012 sebanyak 23.450 penonton.
Jumlah penonton pertandingan Persija 1 vs 1 Mitra Kukar, 1 Maret 2012 sebanyak 14.520 penonton.
Sampai dengan pertandingan ke-13nya, Persija juga mempunyai hasil seri lainnya: jumlah kemenangan & jumlah seri. Dari 13 pertandingan, Persija meraih 5 kemenangan, 5 kali seri dan menelan 3 kali kekalahan.
Persija Saat Ini Masih Tetap Berada di Posisi Ke-7 Klasemen Dari Hasil 13 Kali Bertanding Dengan Poin 20, Memasukkan 18 Gol Kemasukan 9 Gol. Persija masih menyisakan 2 laga "home" lagi di Putaran 1 ini, Menghadapi Persiba, 4/3 & Gresik United, 12/3.
Precious dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning pada hari Minggu, 4 Maret 2012 saat Persija vs Persiba. Precious terkena 2 kartu kuning saat: Arema vs Persija(19/12) dan Persija vs Mitra Kukar(1/3).
Langganan:
Postingan (Atom)