Senin, 27 Februari 2012

hasil press conference pernyataan Iwan Setiawan pasca pertandingan PERSIJA vs persisam

Berikut coba dishare hasil press conference pernyataan Iwan Setiawan pasca pertandingan tadi sore.. Silahkan Disimak !

Iwan Setiawan :
Coba tolong semua kata2 saya di Konfrensi Pers hari ini disampaikan semuanya. Bisa dicek, saya pelatih Indonesia termuda (28thn) saat memiliki Lisensi A kepelatihan. Saya juga jadi pelatih termuda (29thn) yg sudah menjadi pelatih kepala klub di Indonesia.

Awalnya saya diminta Persija bukan sebagai pelatih, melainkan direktur teknik Persija, Saya yang langsung menemui Dejan Gluscevic di Singapura untuk menjadi pelatih Persija. Namun karena situasi sepakbola Indonesia sedang kisruh krna dualisme, Dejan tidak bersedia menjadi pelatih Persija. Disinilah, Presiden klub (Ferry Paulus) meminta saya turun gunung untuk melatih Persija.

Saat mendapat tawaran itu saya sempat menolak, karena menurut saya kondisi sepakbola Indonesia sekarang benar-benar tidak sehat. Semua juga tau, saya pelatih yang memiliki track record dengan hukuman-hukuman / sanksi-sanksi yang saya dapatkan ketika melatih. Itu terjadi karena saya sering melakukan protes terhadap setiap kepemimpinan wasit yg tdk jujur.

Kalau boleh jujur, sepakbola Indonesia sudah sangat tidak sehat, pengaturan skor, wasit tidak jujur memperburuk semuanya, Teman-teman media pun tau, saya mungkin pelatih satu-satunya yang memakai baju koko disetiap memimpin pertandingan Persija.Hal ini saya lakukan untuk lebih membuat situasi sepakbola Indonesia bisa terlihat lebih jujur.

Karena baju koko ini juga bisa digunakan untuk beribadah kepada tuhan, sehingga tanggung jawab lebih untuk berprilaku jujur. Untuk pertandingan sore ini, wasit saya liat tidak bertindak jujur, bukan karena menganulir gol Persija, tapi lebih Ke jalannya pertandingan secara keseluruhan. Di Jeda waktu babak pertama saya menemui wasit dan berbicara silahkan nanti anda (wasit) bisa melihat tayangan ulang pertandingan ini. Apabila saya salah menilai anda.
Dalam memimpin pertandingan, maka saya yang akan langsung telepone anda (wasit) untuk meminta maaf.

Sudah seharusnya PT. Liga Indonesia memikirkan serius tentang kinerja wasit yang memimpin Liga Super Indonesia. Dengan adanya 2 liga saat ini (ISL dan IPL), PT. LI sudah sepatutnya memperhatikan semua ini dgn serius. Karena semuanya akan kembali ke masyarakat yang akan menilai kinerja PT. Liga Indonesia, dan PT.Liga Prima Iindonesia Sportindo sebagai penyelenggara 2 liga.

Setelah ini, saya akan mengajukan pengunduran diri saya sebagai pelatih Persija ke Manajemen. Sekian pernyataan Iwan Setiawan dalam konfrensi pers setelah pertandingan tadi sore. Sampai info ini dishare, kami belulm mendapatkan konfirmasi resmi dari manajemen, apakah pengunduran diri Iwan Setiawan diterima/tidak.

Semoga hal ini menjadi cambuk untuk kedua liga (ISL dan IPL) kedepannya, karena memang sepakbola Indonesia saat ini sedang "sakit. Terutama untuk orang-orang yang berkepentingan mengurus semua berlangsungnya Liga Super Indonesia. Sekian update terbaru untuk malam ini, silahkan dicek secara berurutan, terima kasih sudah menyimak..

Rabu, 15 Februari 2012

PERSIJA dan JAKARTA

Ketika Jakarta macet/banjir, kalian akan menghujatnya. Tapi apa Jakarta pernah minta imbalan atas kesempatan & kehidupan yg dia beri kepadamu ?

PERSIJA dan JAKARTA..dua kata yang membuat kita terharu bangga, dan membuat kita rela membelanya ketika ada yang mencibir. Bukan rahasia lagi, kalo tiap PERSIJA maen di kandang ada aje yang ngeluh-ngeluh soal macet.

Padahal, tanpa PERSIJA maenpun JAKARTA udah macet di jam-jam segitu. “Perhatian” dari kalangan luar supporter makin vocal. Wajar, kalo pada akhirnya kita membela diri. Saat para hedonis-hedonis muda telat dateng ke “date’nye gara-gara macet.

Emang JAKARTA dibangun buat mereka doang ? Kalo diibaratin nama jalan nih, mereka ibarat Jalan Sudirman – Thamrin. Dan kita ibarat gang-gang kecil seperti Jalan Jaksa dan Bendungan Hilir. Beda kasta beda kelas. Tapi apa mereka berhak menjudge kita seenaknya ? Ga lah!! Biar kate beda jalan, tetep aje adanye di JAKARTA.

Di Jakarta ada Patung Selamat Datang. Tapi belum pernah dibangun Patung Selamat Tinggal. Penafsiran Saye sih, Jakarta selalu membuka pintunya untuk semua orang yang berminat menghampirinya. Tanpa pernah bermaksud mengusirnya. Nah, intinye nih..yuk bangun sama2 image positif soal nonton PERSIJA. Biar makin banyak lagi orang yg mau dateng ke GBK/bahkan tour tandang. Desain ulang lagi image-image yang sudah terlanjur nempel.

Kalo kite adem-adem aje, 'ntu media-media sotoy juga ga bakal aneh-aneh lagi ngeberitain soal The Jak dan PERSIJA’nya. Buktiin kalo kite ga beda-bedain orang. Di teras stadion semua sama. Seperti Istiqlal yang bertetangga dengan Katedral.

Jika kita menjadi burung, tentu kicauan terindah yang akan kita dendangkan. Walau hanya 140 karakter. Terima kasih kawan, telah memberi prespektif berbeda dari sempitnya pandangan Saye selama ini..Saudara Se-PERSIJA

Mereka boleh hedon, mereka boleh highclass, mereka boleh suka sama klub luar, tapi kita harus rangkul karna mereka Jakartan & tinggal di jakarta.

PERSIJA dan JAKARTA ( Jejaring Sosial, Simbol, dan Realita Identitas jakmania )

Ketika Jakarta macet/banjir, kalian akan menghujatnya. Tapi apa Jakarta pernah minta imbalan atas kesempatan & kehidupan yg dia beri kepadamu ? PERSIJA dan JAKARTA..dua kata yang membuat kita terharu bangga, dan membuat kita rela membelanya ketika ada yang mencibir. Bukan rahasia lagi, kalo tiap PERSIJA maen di kandang ada aje yang ngeluh-ngeluh soal macet.
Padahal, tanpa PERSIJA maenpun JAKARTA udah macet di jam-jam segitu. “Perhatian” dari kalangan luar supporter makin vocal. Wajar, kalo pada akhirnya kita membela diri. Saat para hedonis-hedonis muda telat dateng ke “date’nye gara-gara macet. Emang JAKARTA dibangun buat mereka doank?! Kalo diibaratin nama jalan nih, mereka ibarat Jalan Sudirman – Thamrin.

JAKARTA - PERSIJA - THE JAKMANIA

Apabila Anda pernah mendengar Jakmania, suatu istilah yg digunakan bagi suatu kelompok pendukung setia klub lokal Persija Jakarta atas diri mereka, apakah Anda pernah merasa bagian dari mereka ? Atau merasa kenal dengan mereka ? Merasa senasib dengan mereka ?

Usut punya usut, kelompok ini sudah dibentuk sejak tahun 1997. Angka tua. Bahkan bang Foke belum memerintah Jakarta saat itu. Persija Jakarta yang berevolusi dari nama-nama sebelumnya pun sudah ada sejak dulu. Jakmania, yang sudah lahir sejak dulu, mendeklarasikan dirinya dan dideklarasikan oleh yang lain sebagai pemain ke-12 dari tim Persija.

Banyak caci dan maki dilayangkan kepada mereka atas perilaku mereka yang kerap kali membuat masyarakat jengkel. Mereka yang mengaku dirinya kaum hedonis akan menganggap Jakmania tidak penting, Mereka yang menganggap dirinya kalangan elite, akan ogah untuk berurusan dengan para Jakmania. apakah ada sedikit rasa ingin tahu dan kepedulian mereka terhadap Jakmania atau lebih umumnya, Persija Jakarta ?

Sesungguhnya, kaum-kaum yang sombong itu, apakah mereka layak dsebut sebagai warga loyal Jakarta ? Atas ksombongan mereka terhadap harta kepemilikan Jakarta, apakah mereka layak menyebut kerak telor sebagai ciri khas dari kampung mereka ? Lantas, apabila Jakmania merupakan pemain ke-12 di tubuh Persija Jakarta, apakah warga Jakarta lain berhak menyandang predikat pemain ke-13 ?

Apakah warga Jakarta secara keseluruhan berhak menyebut diri mereka sebagai bagian dari Persija Jakarta ? Sungguh, sangat banyak pertanyaan akan dilayangkan untuk mereka yang mengaku dirinya loyal. Atau, Anda tanyakan saja pada kami.Apabila kami menyanggupi semuanya, selamat datang di Jakarta Raya.

Senin, 13 Februari 2012

Persija Terus Matangkan Persiapan jelang laga kontra Persela

Persija Jakarta terus mematangkan persiapan jelang bentrok kontra Persela Lamongan pada 15 Februari 2012. Sejak 2004, Persija lebih sering tampil sebagai pemenang.

Iwan Setiawan, pelatih Macan Kemayoran (julukan Persija) membesut Bambang Pamungkas dan kawan-kawan di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Iwan meliburkan pemainnya dua hari, setelah Macan Kemayoran meraup tiga angka dari Persipura Jayapura di Stadion Mandala Jogjakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Iwan, Bepe dkk melakoni variasi latihan namun masih dalam porsi ringan. "Ini untuk meningkatkan kebugaran para pemain," kata Iwan.

Iwan bertekad, paling lama sampai tanggal 15 Februari, stamina skuad Macan Kemayoran harus sudah pulih. Sehingga, ketika bertandinga melawan Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) penggawa-penggawa Macan Kemayoran dalam kondisi bugar.

"Tugas utama saya adalah mengembalikan kebugaran anak-anak agar siap tempur menghadapi Persela," kata Iwan sembari menambahkan bahwa Persija akan berangkat ke Madiuni, Jawa Timur, pada 13 Februari.

Laga akan dihelat di Stadion Wilis Madiun, karena Stadion Surajaya Lamongan untuk sementara tak bisa dipakai karena rusak akibat kerap diguyur hujan.

Menghadapi Persela, masih kata Iwan, Persija turun dengan kekuatan penuh. Termasuk bek tangguh mereka yang juga mantan pemain belakang Persela, yakni Fabiano Beltrame.  Ramdani Lestaluhu juga sudah pulih dari cedera dan siap bermain habis-habisan.

Persija Bersiap Tandang ke Persela dan Arema

Setelah seminggu yang lalu melakoni partai kandang menghadapi dua tim asal Papua di Yogyakarta, Persija tidak bisa berlama-lama di Jakarta. Pasalnya, partai tandang menghadapi Persela (15/2) dan Arema Indonesia (19/2) sudah menunggu.
Seperti diucapkan sekretaris Persija, Ferry Indrasjarief, rombongan Persija akan berangkat pada Senin (13/2) pagi menuju Surabaya, sebelum dilanjutkan perjalanan darat menuju Madiun. Apabila memungkinan, sore hari Persija akan langsung menggelar latihan di lapangan setempat di Madiun.
Kota Madiun, tepatnya Stadion Wilis, menjadi tempat yang dipilih Persela untuk menjamu Persija. Pasalnya Stadion Surajaya Lamongan masih dalam tahap renovasi
Selama di Madiun, Persija akan menginap di Hotel Merdeka. Usai pertandingan (15/2) tim langsung menempuh perjalanan darat menuju Malang, untuk bersiap menghadapi pertandingan selanjutnya menghadapi Arema Indonesia.

Selasa, 07 Februari 2012

Setelah Fabiano, Ramdani juga absen menghadapi Persipura.

Ramdani kembali harus absen saat Persija menjamu Persipura dalam lanjutan ISL, Selasa 7/2, stadion Mandala Krida, Yogyakarta kick off 15.30

“Cidera hamstringnya dialami ramdani sudah tidak bisa di paksakan lagi untuk bisa dimainkan, saya putuskan dia beristirahat untuk pemulihan kondisinya agar bisa dimainkan dipertandingan Persija selanjutnya, ujar Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan,”Delton Stevano, pemain muda yang akan saya persiapkan untuk diturunkan, dan saya percaya dia bisa memberikan permainan terbaiknya, sementara pengganti Fabiano, kami masih punya Nanak yang akan bertandem dengan Precious di lini belakang Persija.

Terimakasih untuk The Jakmania yang sudah seminggu terakhir berada di Yogyakarta mensupport kami, semoga Persija meraih poin penuh, nantinya kemenangan ini untuk kalian semua supporter Persija, tutup Iwan Setiawan